BERITABANDUNG.id – Lonjakan arus mudik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, mulai menunjukkan tekanan serius pada H-3 Lebaran, dengan volume kendaraan yang terus meningkat dan berpotensi memicu kemacetan dalam waktu dekat.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, hingga pukul 14.00 WIB tercatat sebanyak 71.804 kendaraan telah melintas dari arah Cileunyi menuju Garut dan Tasikmalaya.
Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyebutkan angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kalau dibandingkan dengan lalu lintas harian normal, peningkatannya sudah mencapai 41 persen,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, lonjakan volume kendaraan ini mulai memberi tekanan pada jalur Nagreg yang memiliki sejumlah titik penyempitan dan rawan antrean panjang.
“Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di beberapa titik mulai melambat dan berpotensi mengalami kemacetan, terutama saat volume kendaraan terus bertambah,” ujar dia.
Sebagai perbandingan, pada H-4 Lebaran, total kendaraan yang melintas di jalur yang sama mencapai 98.925 unit dalam satu hari penuh, menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
“Dengan tren tersebut, kepadatan diprediksi akan semakin meningkat pada sore hingga malam hari, seiring bertambahnya gelombang pemudik dari luar daerah,” ungkap dia.
Jika tidak diantisipasi, jalur Nagreg berpotensi mengalami kemacetan lebih panjang menjelang puncak arus mudik, sehingga pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan tetap waspada di jalan.
Source : RadarBandung

