BERITABANDUNG.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memperkirakan bahwa dalam beberapa hari mendatang, arus balik Lebaran 2025 akan mengalami peningkatan signifikan, dengan ribuan kendaraan diperkirakan melintasi jalur Nagreg menuju Bandung dan Jakarta.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, mengungkapkan bahwa hingga H+2 Lebaran, lalu lintas masih didominasi oleh pemudik yang bergerak menuju Garut dan Pangandaran. Namun, tren perjalanan kini mulai beralih ke arah sebaliknya.
“Kami mulai melihat adanya peningkatan jumlah kendaraan yang kembali ke kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Perubahan pola ini menandakan awal dari arus balik Lebaran,” katanya, Rabu (2/4).
Menurut Eric, puncak kepadatan arus balik diprediksi akan terjadi pada H+3 dan H+4 Lebaran, pada 3-4 April.
“Biasanya, kepadatan lalu lintas meningkat menjelang akhir pekan setelah libur Lebaran, terutama ketika masyarakat bersiap kembali ke tempat kerja dan sekolah. Kami memprediksi lonjakan kendaraan akan terjadi mulai Jumat hingga Minggu,” jelasnya.
Guna menghindari kemacetan parah, Dishub Kabupaten Bandung telah menyiapkan berbagai langkah pengelolaan lalu lintas, bekerja sama dengan pihak kepolisian.
“Kami telah menyiapkan opsi rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus dan sistem satu arah atau contra flow jika situasi menuntut. Selain itu, petugas akan ditempatkan di titik-titik rawan kepadatan seperti Simpang Nagreg dan Jalur Lingkar Nagreg,” ungkapnya.
Dishub juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan cermat guna menghindari jam-jam puncak arus balik. “Sebisa mungkin, pemudik mengatur waktu kepulangan agar tidak bersamaan dengan puncak kepadatan. Jika memungkinkan, perjalanan bisa dilakukan lebih awal atau setelah puncak arus balik untuk menghindari kemacetan panjang,” tambah Eric.
Sebagai upaya pencegahan, Dishub Kabupaten Bandung juga mengingatkan pengendara untuk mempersiapkan kendaraan dan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, bahan bakar cukup, serta saldo e-toll terisi guna menghindari antrean panjang di gerbang tol. Selain itu, pemudik juga harus memperhatikan kondisi fisik dan beristirahat jika merasa lelah,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, Dishub berharap arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, dan menjaga ketertiban di jalan,” tutupnya. (RadarBandung)