Sunday, November 28, 2021
Ads
Home Kabar Cimahi Ekonomi Membaik, Buruh di Cimahi Desak Pemerintah Naikkan UMK 2022 Sebesar 10...

Ekonomi Membaik, Buruh di Cimahi Desak Pemerintah Naikkan UMK 2022 Sebesar 10 Persen

BERITABANDUNG.id – Buruh atau pekerja di Kota Cimahi mendesak pemerintah untuk menaikan Upah Minimum Kota atau UMK 2022 naik hingga 10 persen. Sebab, kondisi ekonomi dinilai mulai pulih meski masih dalam suasana pandemi COVID-19 ini.

“Dalam kondisi recovery pasca covid perusahaan pun sudah bagus. Menteri Meuangan juga mengatakan keuangan ekonomi kita sedang naik,” ujar Ketua DPC SBSI 92 Kota Cimahi Asep Jamaludin saat dihubungi Suara.com pada Selasa (26/10/2021).

Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya menjadi pertimbangan juga agar upah tahun 2022 mengalami kenaikan sesuai kebutuhan pokok pada Buruh.

“Itu menjadi positif untuk perbaikan ekonomi sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak menaikan UMK di atas 10 persen,” tegasnya.

Asep mengatakan, buruh di Kota Cimahi sudah mendengar bahwa penetapan UMK tahun depan akan mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pasal 25 ayat (3) PP Nomor 36 Tahun 2021, skema kenaikan upah minimum tahun depan mencantumkan pertimbangan pertumbuhan ekonomi daerah atau inflasi pada kabupaten/kota yang bersangkutan. Hal itu pun memicu protes buruh.

Seharusnya, kata Asep, parameter kenaikan UMK harus mempertimbangkan lokasi geografi, kemampuan perusahaan, perusahaan marginal, laju pertumbuhan ekonomi, inflasi hingga kebutuhan hidup layak.

“Sehingga jika diakumulasikan maka UMK bisa naik sampai mencapai 10 persen,” ucap Asep.

“PP 36 itu mengkebiri semua persoalan kebutuhan hidup layak tersebut, sehingga nanti UMK paling maksimal itu dikenaikan inflnasi. Sementara inflansi hari ini turun,” tambahnya.

Asep melanjutkan, hadirnya PP 36 Tahun 2021 dan Undang-undang Ciptakan Kerja merupakan kado pahit bagi buruh selama dua tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Yanuar Taufik mengatakan, untuk penentuan UMK 2022 pihaknya masih menunggu aturan dari pemerintah pusat. Meski begitu, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan.

“Kita nunggu rilis nanti terakhir, kita mau mengacu ke laju pertumbuhan ekonomi atau ke inflasi,” kata Yanuar.

Yanuar memperkirakan, upah pekerja tahun 2022 kemungkinan memang akan mengalami kenaikan.

“Kalaupun naik gak besar. Mudah-mudahan semua bijak menyikapinya, lihat kemampuan perushaan, ya win win solution dicarinya,” tukasnya. (Suara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Flyover Simpang Padalarang Dibuka Mulai Sabtu

BERITABANDUNG.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi membuka dan mengaktifkan flyover Simpang Padalarang. Rencananya Flyover Padalarang – Kota Baru Parahyangan tersebut akan mulai beroperasi,...

Pemkot Bandung Berikan 9 Anugerah Pesona Pariwisata 2021

BERITABANDUNG.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku usaha pada malam Anugerah Pesona Pariwisata Tahun 2021 di Grand...

Bupati Bandung Instruksikan Pemerintah Desa Awasi PPKM saat Libur Natal dan Tahun Baru

BERITABANDUNG.id - Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan pemerintah desa untuk mengawasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir tahun untuk menekan risiko penularan Covid-19...

Pesta Kembang Api dan Arak-arakan Dilarang saat Libur Natal dan Tahun Baru di Kota Bandung

BERITABANDUNG.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah pusat terkait pengetatan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Termasuk jika harus...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!