Friday, October 15, 2021
Home Pendidikan Fenomena Alam Semesta dalam Pandangan Al-Quran dan Sains

Fenomena Alam Semesta dalam Pandangan Al-Quran dan Sains

BERITABANDUNG,id – Ikatann Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat kembali menyelenggarakan Kajian Al Quran dan Sains pada Senin, (3/5).

Acara dibuka Ketua ICMI Orwil. Jabar Prof.Dr.H.Moch.Najib.,M.Ag.. Acara dipandu Dr.H.Muslim Mufti.(Sekretaris Dewan Pakar), Moderator Dra Ida Rosida.,MM acara tersebut dihadiri Prof.Dr. H. Asep. Warlan (Ketua Dewan Pakar) sebagai Penyelenggara Webinar. Kegiatah ini dihadiri Sejumlah Perngurus ICMI orwil Jabar, Pengurus ICMI Orda Kab/Kota se Jabar.

Dalam kajian daring bertajuk “Fenomena Alam Semesta dalam Pandangan Al-Quran dan Sains” tersebut, Dr., Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. menjadi narasumber.

“Apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan sains tidak pernah berbenturan. Maka, kita sebagai muslim harus yakin dengan Al-Qur’an. Kehadiran Al-Qur’an seringkali hanya kita lantunkan dengan indah, namun juga perlu, bagaimana menyelami Al-Qur’an sampai mengkajinya, mendalaminya sesuai dengan keilmuan masing-masing,”paparnya mengawali pembahasan materi.

Kemudian, ia menjelaskan, pendalaman atas keilmuan itupun sesuai dengan firman Allah QS. Al-Mulk ayat 3.
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَا قًا ۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍ ۗ فَا رْجِعِ الْبَصَرَ ۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
Artinya:
“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?”

“Manusia itu dalam beriqra (membaca) tidak bisa satu kali. Dalam bahasa ilmuwan, kita harus melakukan penelitian, lakukanlah riset. Lihatlah sekali lagi,”tambahnya.

Oleh karena itu, penting bagi kita ‘membaca’  alam semesta, menyadari bagaimana Allah SWT  mengaturnya sesuai kadar dan aturannya. Kita sebagai manusia yang berakal juga harus berpikir dan mengamati, tidak sekadar hidup tanpa beriqra.

“Planet ini bergerak, dan dikatakan dalam Luqman ayat 10,
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَاَ لْقٰى فِى الْاَ رْضِ رَوَا سِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَآ بَّةٍ ۗ وَاَ نْزَلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَ نْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ

Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung. Langit tanpa tiang, benar juga. Tidak ada tali, tidak ada benang, tidak ada tiang, tapi Bulan tidak pernah lepas dari Bumi. Ke mana Bumi, Bulan ikut. Begitu juga Bumi, tidak pernah lepas dari Matahari, jadi Allah sudah mengaturnya,” paparnya.

Tidak hanya itu, seluruh benda langit pun tunduk pada sunatullah. Pengaturan tersebut mempermudah kehidupan manusia.

“Semua proses ini bergerak sangat sempurna dan teliti, tidak ada yang berubah. Sehingga teman-teman astronom bisa membuat rumus, memperkirakan benda langit, waktu gerhana. Dengan komputer yang makin modern, hisab juga makin akurat.”
“Maka, bacalah Al-Qur’an dengan baik, sehingga kita mengerti dan yakin,”pungkasnya.

Mengakhiri acara tersebut, Ketua ICMI Orwil Jabar Prof.Dr.H.Moh.Najib.,M.Ag mengatakan bahwa Kajian Al-Qur’an dan Sains yang diawali dengan menghadirkan Narasumber Dr
dr.Hanny Ronno Tema “Kesehatan Reproduksi dalam Al -Qur’an”.
Kemudian menghadirkan narasumber Dr.H.Encup Surpriatna.,M.Si, Tema ” Penentuan 1 Syawal berdasarkan Hisab & Rukyat”.
Terus mengudang Prof.Df.Chay Asdak,Ir.M.Sc,Ph.D. membahas “Tentang Air dalam Al -Qur’an”. Seluruhnya mendapat sambutan yang hangat dari para peserta webinar.

Dan pada hari Senin pagi,3/5/2021 tidak kalah serunya dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dengan diikuti oleh 140 peserta. Dengan nara sumber Dr.Rudi Rubiandini, selama webinar berlangsung dan setelah webinar di tutup banyak peserta yang merasa kagum dan takyub. Apa
yang disampaikan Dr.,Ing.Ir.Rudi Rubiandini R.S. yang menyampaikan tentang Alam Semesta dengan landasan Al Qur’an.

Kajian- Sains seperti ini banyak peserta yang meminta supaya dapat terus dikembangkan oleh ICMI Jabar bukan saja dalam bulan Ramadhan saja tapi terus dilanjutkan.

Kajian semacam ini sangat menginspirasi seperti tadi disampaikan Dr. Rudi mengatakan bahwa di ITB banyak sekali dosen dosen yg sudah menggali Al Quran dari berbagai sudut pandang sesuai keilmuannya. “Mudah-mudahan potensi ini bisa dimanfaatkan oleh ICMI Jabar sebagai nara sumber dalam lanjutan webinar setelah Ramadhan.
Insha Allah bisa dijadikan program Rutin dan bisa disebarluaskan di berbagai media baik cetak maupun elektronik khususnya ke Youtobe”, pungkas Prof.Najib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Waspada! 19 Kecamatan di Bandung Kategori Daerah Rawan Gempa Tingkat Tinggi

BERITABANDUNG.id - Sebanyak 19 dari 30 kecamatan di Kota Bandung masuk kategori daerah rawan bencana gempa bumi tingkat tinggi. Status ini didasarkan pada posisi...

Mang Oded Ajak Warga Kota Bandung Dukung Pertanian Terpadu

BERITABANDUNG.id - Pemkot Bandung terus berupaya menjaga, mengkreasi dan menginovasi pertanian perkotaan atau urban farming dalam rangka penguatan ketahanan pangan. Terbaru Pemkot Bandung mengenalkan program...

Kaum Transgender di Bandung Bisa Miliki KTP-El, Berikut Syaratnya

BERITABANDUNG.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung mempersilahkan bagi transgender yang ingin memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) untuk segera mendaftarkan...

Kemenparekraf Yakin UMKM pada Generasi Saat ini Mampu Penuhi Kebutuhan Pasar Internasional

BERITABANDUNG.id - Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UKM di Indonesia, terutama dalam beradaptasi dan menghadapi tantangan baru saat krisis pandemi berlalu. Dengan semangat...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!