Thursday, April 18, 2024
Ads
HomePemerintahGBLA Tak Terpilih Jadi Venue Piala Menpora, DPRD Kota Bandung Kritik Dispora

GBLA Tak Terpilih Jadi Venue Piala Menpora, DPRD Kota Bandung Kritik Dispora

BERITABANDUNG.id – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Kota Bandung tak terpilih menjadi venue turnamen sepak bola Piala Menpora 2021. Penyelenggara lebih memilih Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.
Gagalnya Stadion GBLA menjadi venue Piala Menpora 2021 terungkap setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar undian fase grup Piala Menpora 2021 di Hotel Fairmount, Jakarta, Senin (8/3/2021) malam.
Berdasarkan hasil undian, 18 klub yang terbagi ke dalam empat grup akan berlaga di Solo, Jawa Tengah; Malang, Jawa Timur; Bandung, Jawa Barat; dan Sleman, Yogyakarta. Klub yang berkandang di salah satu kota tersebut, tidak bermain di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil undian, grup A bermain di Stadion Manahan Solo, grup B di Stadion Kanjuruhan Malang, grup C di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, dan grup D di Stadion Maguwoharjo Sleman.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer SM Silalahi menilai wajar penyelenggara Piala Menpora 2021 dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) lebih memilih Stadion Si Jalak Harupat ketimbang GBLA. 
Pasalnya, kondisi stadion yang dibangun dengan dana hingga Rp600 miliar lebih itu saat ini tak terawat.
“Sangat disayangkan, dengan anggaran dibangun Rp600 miliar lebih, (Stadion GBLA) tidak terpakai, jadi nganggur,” kata Folmer di Bandung, Selasa (9/3/2021).
Dia menyesalkan minimnya perawatan stadion yang digadang-gadang menjadi stadion kebanggaan warga Jawa Barat itu. Padahal, Stadion GBLA kini sudah dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung.
“Persoalan terkait permasalahan pengelolaan ini sudah selesai. Pemerintah Kota Bandung harusnya bisa memanfatkan Stadion GBLA kembali,” ujarnya.
Menurut Falmer, jika persoalan anggaran menjadi hambatan dalam pemeliharaan stadion, seharusnya Dispora Kota Bandung dapat berinovasi. Seperti menggandeng pihak ketiga untuk mendapatkan kucuran dana dari investor, sehingga stadion dapat dikelola secara maksimal, termasuk perawatannya.
“Mereka juga punya program jauh lebih inovatif dibandingkan Pemerintah Kota Bandung. Harus inovasi, jangan hanya dibiarkan seperti tidak punya ruh untuk orang melakukan kegiatan olahraga,” tutur Folmer.
Diketahui, Stadion GBLA baru-baru ini sempat menjadi sorotan pascaviralnya video kolam ikan yang disebutkan berada di tribun timur stadion. Warganet sebagian besar menyayangkan kondisi stadion yang terkesan tak terurus itu. (Red)

Most Popular

Recent Comments