Thursday, April 18, 2024
Ads
HomeNasionalKAI Tingkatkan SOP Tugas PPKA Guna Cegah Tabrakan Kereta Api di Bandung...

KAI Tingkatkan SOP Tugas PPKA Guna Cegah Tabrakan Kereta Api di Bandung Terulang

BERITABANDUNG.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkomitmen semakin meningkatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai pengoperasian perjalanan kereta api di petak jalur Stasiun Cicalengka-Haurpugur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang berkaitan dengan tugas seorang petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).

Peningkatan SOP tugas PPKA di jalur Stasiun Cicalengka-Haurpugur ini sebagai upaya mencegah tabrakan kereta api (KA) kembali terulang seperti yang terbaru terjadi melibatkan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya yang mengalami kecelakaan ‘adu banteng’ pada Jumat, 5 Januari 2024 pagi hingga menewaskan 4 pegawai PT KAI.

Direktur Utama (Dirut) PT KAI Didiek Hartantyo lebih spesifik menyampaikan peningkatan SOP yang dilakukan adalah menekankan agar PPKA menjalankan tanggung jawabnya dengan baik mengenai warta KA sebagai penentu apakah sinyal dinyatakan aman atau tidak bagi perjalanan kereta api yang akan melintas.

“Sementara ini kami melakukan pengoperasian dengan warta KA karena dengan kejadian kemarin, maka kita tingkatkan SOP mengenai prosedur operasional antara Cicalengka dan Haurpugur,” ungkap Didiek, Sabtu 6 Januari 2024. Sebelumnya, tabrakan kereta api tersebut menyebabkan jalur Stasiun Haurpugur-Cicalengka terputus dan mengharuskan beberapa perjalanan KA dibatalkan atau direkayasa, termasuk perjalanan KA Commuter Line Bandung Raya yang hanya sampai Stasiun Rancaekek.

Jalur antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka yang sempat terputus karena kecelakaan antara KA Turangga dan KA Commuter Line Bandung Raya dinyatakan telah bisa dilintasi pada Sabtu 6 Januari 2024 pagi setelah kereta dan lokomotif dua rangkaian KA nahas tersebut selesai dievakuasi pukul 02.00 WIB, serta perbaikan jalur selesai dilakukan. “Setelah evakuasi kereta selesai dilakukan pada dini hari tadi, dilanjutkan perbaikan atas sarana karena ada bantalan-bantalan yang bergeser. Saat ini sudah normal dengan kecepatan terbatas 5km/jam,” jelas Didiek.

 

Most Popular

Recent Comments