Sunday, March 15, 2026
HomeCitizen JurnalisKetua MPH Indonesia Ingatkan Bahaya Anarkisme dalam Aksi Unjuk Rasa Warga Sukahaji

Ketua MPH Indonesia Ingatkan Bahaya Anarkisme dalam Aksi Unjuk Rasa Warga Sukahaji

BERITABANDUNG.id – Sejumlah warga sukahaji diketahui melakukan aksi demonstrasi di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung yang berada di Jl. Soekarno Hatta pada hari Kamis, 19 Juni 2025.

Kedatangan warga Sukahaji diketahui untuk menanyakan terkait dengan status tanah dalam konflik warga Sukahaji, aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung tenang namun tidak lama kemudian diduga terdapat insiden kekerasan dan anarkisme yang dilakukan oleh oknum massa aksi dan melukai warga sipil lainya dalam insiden salah sasaran ketika aksi massa berlangsung.

Diketahui bahwa pihak BPN tengah mengadakan sesi audiensi antara BPN dengan warga Sukahaji, namun diketahui bahwa warga menolak dan membuat ricuh di depan gedung BPN tersebut.

Aksi massa yang berlangsung anarkis diduga disusupi dan ditunggangi oleh oknum yang ingin memanfaatkan momen tersebut untuk membuat rusuh aksi demonstrasi dan berujung melukai warga sipil, hal tersebut diduga dilakukan untuk membuat kekacauan dan mengadu-domba antara warga sipil dengan pemerintah dan bahkan kepolisian.

Dalam video yang beredar diketahui bahwa Kapolsek Buah Batu, Kompol Rezky Kurniawan yang mencoba melerai massa aksi yang anarkis terlihat kewalahan dan bahkan diduga sempat terluka akibat insiden anarkis yang dipicu oleh oknum tersebut.

Selain itu, terdapat warga sipil yang menjadi korban aksi massa demonstrasi tersebut, diantaranya adalah para karyawan dari kantor notaris yang menjadi korban intimidasi hingga kekerasan dari oknum demonstran tersebut.

Ridwan Ginanjar menyatakan bahwa dirinya bersama organisasinya yaitu MPH sebagai organisasi front pemuda yang Nasionalis mengutuk keras aksi kekerasan tersebut dan mendukung upaya pemerintah khususnya aparat penegak hukum untuk menginvestigasi dan mengusut tuntas oknum pelaku yang menunggangi aksi tersebut hingga melukai warga sipil.

Most Popular

Recent Comments

error: Mohon maaf konten diproteksi !!