BERITABANDUNG.id  – Pemerintah resmi melarang masyarakat melakukan mudik lebaran sejak 6 hingga 21 Mei 2021, larangan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Kendati pemerintah gencar mengendalikan penyebaran Covid-19, namun Pasar Kaget Gasibu, Kota Bandung, seperti biasa tetap buka. Akibatnya, kerumunan pengunjung tak bisa dihindari.

Pantauan di sejumlah media sosial, beberapa video yang diunggah menunjukkan terjadinya kerumunan di Pasar Kaget Gasibu Bandung, Minggu, (9/5/2021).

Kerumunan terjadi akibat sempitnya jarak antarpedagang dan banyaknya warga yang datang.

Meskipun terjadi himpit-himpitan, terpantau sejumlah pengunjung tak memakai masker. Selain itu, jaga jarak antarpengunjung pun banyak diabaikan.

Akibat kerumunan itu, sejumlah netizen pun mengungkapkan komentar beragam. Apalagi, hal itu terjadi ketika pemerintah sedang intens penyekatan di jalan raya, menghindari warga mudik ke kampung halaman.

“Ini adalah salah satu bukti ketidakpuasan dan ketidakpercayaan rakyat terhadap peraturan yg mencla mencle..dan peraturan yg banyak pengecualian..kecuali..kecuali dan kecuaaaliiiy,” tulis @iam_san33 dikutip dari komentar account Instagram.

Akun ini pun menyayangkan masih terjadinya kerumunan seperti itu. Padahal, kegiatan pasar kaget tepat berada di depan Kantor Pemprov Jabar.

“Ngadadak buta atau emang ngahaja hare hare pamarentah teh.??? Apa emang ieu hiji permainan atau hiji alasan bilamana aya peningkatan kopid bisa nyalahkeun ka rakyat karna berkerumun.???,” ujar dia.

Sementara akun lainnya, nicko_biben berkomentar, “Mungkin sudah tidak peduli, karna dana bansos d korupsi, alat swab d mainkan. Hukuman tidak transparan,” tulis dia.

Kemudian akun stonethrower menulis, “Mudik teu meunang, berkerumun teu meunang, silturahmi teu meunang sagala teu meunang tp WNA ti C*** bebas abus ka endonesah hahahaha KEBIJAKAN & PROTOKOL PODOL,” tulis dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here