Friday, August 12, 2022
Ads
Home Metro Bandung Peringati Harganas Kota Bandung, Pencegahan Stunting Jadi Perhatian

Peringati Harganas Kota Bandung, Pencegahan Stunting Jadi Perhatian

BERITABANDUNG.id – Hal itu dilontarkan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu 23 Juli 2022.

“Misalnya anggota keluarga sibuk dengan gawainya dan sebagaian lainnya dengan pekerjaan atau aktivitas lain yang kurang produktif sehingga lupa dengan kewajiban keluarga,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi ini memungkinkan anggota keluarga yang kehilangan arah menjadikan terlantar hingga mengakibatkan kekurangan gizi bahkan stunting.

“Stunting disebabkan karena kekurangan gizi yang menjadi penyebab kondisi gagal tumbuh pada balita,” katanya.

“Meski angka stunting di Kota Bandung mengalami penurunan pada tahun 2021 yaitu 1,34 persen dibanding tahun 2020 atau berkurang 9.567 menjadi 7.568 balita. Persoalan ini harus menjadi perhatian serius pada keluarga karena menyangkut masa depan,” beber Ema.

Oleh karena itu, menurutnya, peringatan Harganas menjadi penguatan komitemen membangun keluarga sehat dan berkualitas sesuai tema “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting”.

Ema mengatakan, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong peran keluarga melalui intervensi sesuai kewenangannya. Termasuk memfasilitasi 10 program pokok PKK terutama terkait dengan pangan kesehatan.

“Pencegahan stunting melalui penguatan keluarga bukan hanya kuantitatif saja, tetapi juga target kualitatif. Yakni memelihara budaya gotong royong dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera,” kata Ema.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana juga meyakini, optimalisasi peran keluarga sangat penting khsususnya pencegah stunting.

“Ini penting karena stunting dimulai dari keluarga memberikan kepada generasi penerus. Untuk gizi yang baik juga pola asuh yang berbudi pekerti,” katanya.

Menurut Yunimar, sejumlah program pencegahan stunting telah dilaksanakan. Salah satunya, Bandung Taginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat).

Ada juga pemberian pangan dengan aman dan sehat dari UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga).

“Ada Bandung Tangginas yang berjalan sejak tahun 2019. Dari DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) ada Buruan SAE. Ini juga diharapkan seluruh kecamatan dan kelurahan bisa berkolabprasi,” bebernya.

Ia berharap, Harganas bukan sekedar seremonial tetapi menjadi komitmen bersama untuk menurunkan angka stunting.

“Harapannya bukan hanya seremonial, ada penurunan stunting juga di Kota Bandung melalui kolaborasi,” katanya. (Hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Wali Kota Bandung: Perda RTRW 2022-2042 Bermanfaat Bagi Masyarakat dan Pembangunan

BERITABANDUNG.id - Hal itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Raperda Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung Tahun 2022-2042 di Grandia Hotel, Jalan Cihampelas...

Puluhan para Ketua PKBM Se-Kota Bandung ikuti kegiatan Orientasi Kepramukaan Mabigus Kota Bandung

BERITABANDUNG.ID – Bandung – Puluhan para ketua PKBM Se Kota Bandung ikuti kegiatan sosialisasi dan Orientasi Kepramukaan Mabigus Kota Bandung pada Rabu tanggal 10...

Pemkot Bandung dan Kementerian PUPR Bakal Bangun Rusun Cisaranten

BERITABANDUNG.id - Nantinya, Rusun Cisaranten Bina Harapan bakal menghadirkan 1.900 unit dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Terkait kerja sama ini, Wali Kota Bandung Yana...

Kalah Telak dari Borneo FC, Persib Lanjutkan Tren Negatif dan Berada di Zona Merah Liga 1

BERITABANDUNG.id - Persib Bandung kembali hasil kurang maksimal dalam lanjutan Liga 1 musim ini saat bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur untuk menghadapi Borneo FC pada Minggu (7/8/2022). Pada...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!