Friday, October 15, 2021
Home Ekbis Selain Brand Tembakau, Paperka Bangun Gaya Hidup Baru Menghisap Tembakau Linting Kaum...

Selain Brand Tembakau, Paperka Bangun Gaya Hidup Baru Menghisap Tembakau Linting Kaum Urban

BERITABANDUNG.id – Menghisap tembakau linting kini sudah mulai menjamur di kawasan perkotaan semisal Bandung Raya. Anak kuliahan sudah tidak malu lagi menghisap tembakau linting. Hal itupun berdampak pada laris manisnya penjualan tembakau iris atau TIS saat ini.

Nedi Sopian, 43 tahun, awalnya tak terpikir untuk terjun di bisnis tembakau linting. Ia bercerita awalnya tak sengaja berkenalan dengan tembakau linting.

Semula Nedi giat berkunjung ke beberapa kampung adat pada 2016 silam. Di sana kebanyakan warga di kampung adat terbiasa menikmati tembakau dengan cara dilinting.

Timbul pertanyaan mendasar dalam benak Nedi, kenapa warga di sana tidak terbiasa merokok kretek ataupun filter, dan malah menghisap rokok dengan cara tradisional menggunakan tembakau iris dan dilinting dengan daun aren.

Setelah mendapat jawaban, Nedi paham bukan perkara tembakau linting yang harganya lebih ekonomis, melainkan mereka mempertahankan tradisi menikmati tembakau para leluhurnya dulu dan ternyata mereka meyakini ‘ngadu bako’ memiliki banyak manfaat.

Nedi pun mendapat informasi yang bersebrangan dengan tulisan yang biasa bertengger di bungkus rokok seperti merokok menyebabkan kanker dan lain sebagainya.

Menurut Nedi, warga kampung adat memiliki keyakinan bahwa daun aren yang dipakai untuk melinting tembakau iris yang dibakar dan dihisap berkhasiat menyembuhkan asma.

“Ketika daun kawung (aren) ini dicampur dengan daun tembakau yang sudah diiris dan dibakar lalu dihisap itu bisa jadi obat jantung. Ini berkebalikan dengan peringatan bahaya merokok di bungkus-bungkus rokok,” bebernya.

Setelahnya, Nedi pun aktif mengkampanyekan menghisap tembakau menggunakan lintingan daun aren. Nedi sehari-hari berprofesi sebagai pemain perkusi salah satu grup musik indie Bandung, Pemuda Hadapan Bangsa (PHB).

Dengan latar belakangnya itu membuat sosialisasi tentang tembakau linting mulai dilirik anak muda. Setiap kali ada kesempatan manggung, Nedi pasti berkampanye tentang tembakau linting.

“Saya kampanyekan di tiap pertunjukan, saya jadi memperkenalkan nih merokok yang sehat begini dan lain sebagainya, walaupun saya tidak tau juga dampak lain tapi saya dapat informasi seperti itu,” ucapnya.

Intinya, kata dia, bagaimana tradisi melinting tembakau itu bisa kembali populer di kalangan komunitas urban. Sejatinya, ucapnya, melinting tembakau tidaklah kampungan.

Respon positif pun dituai Nedi, dimana penggemar PHB yang kebanyakan dari kalangan anak muda mulai mengikuti anjuran Nedi dan mulai menghisap tembakau linting.

“Beberapa penggemar PHB yang notabene berada di daerah Sumedang Cimanggung mungkin mereka kilas balik bahwa orang tuanya juga ada yang menanam tembakau dan menikmati tembakau menggunakan Kawung,” jelasnya.

“Pada akhirnya ini menghipnotis mereka, mungkin meniru atau mendapat pembenaran, ya sudah bebas aja akhirnya mereka sampai gosok kawung dan bikin sendiri,” tambahnya.

Setelah memiliki banyak kawan sesama pelinting tembakau, Nedi memutuskan membuat semacam komunitas penghisap tembakau linting daun aren. Ia beri nama Paguyuban Perokok Kawung alias Paperka.

“Si Paperka itu awalnya singkatan dari paguyuban perokok Kawung. Berhubung basicly saya dari desain grafis, akhirnya saya bikin kemasan yang bisa dibilang keren lah dengan segmentasi anak muda,” ujarnya.

Di kemudian hari, Paperka ini disulap Nedi menjadi nama brand tembakau iris dengan segmentasi anak muda di kawasan urban seperti Bandung Raya.

Semakin kesini, tren menghisap tembakau iris kian populer di kalangan milenial dan Paperka menjadi salah satu brand TIS yang mengisi segmentasi itu.

“Saya memang segmentasinya komunitas urban dan membuat brand sendiri tidak meniru seperti kebanyakan brand lain seperti class mole, maliboro, semacam pelesetan gitu,” bebernya.

Riyo Fajar Ismail, 24 tahun, salah satu pengusaha rokok asal Tanjungsari, menepis pandangan Nedi tentang brand TIS yang banyak meniru merk rokok ternama.

Menurut Riyo tergantung pasar mana yang akan dipilih. Kalau pasarnya wilayah urban ataupun perkotaan maka brand khas tanpa tidak ikut-ikutan meniru brand rokok populer, bisa bertahan.

Namun, kalau target marketing ke daerah pelosok semisal daerah transmigran, perkebunan, pertambangan ataupun kawasan pesisir, maka membuat brand dengan meniru brand rokok ternama tetap menjadi jurus jitu.

Riyo dan kakaknya Rizky merupakan pemilik pabrik tembakau PD. Giri Kedaton. Beberapa produk tembakau iris milik Giri Kedaton kebanyakan merupakan tiruan ataupun pelesetan dari brand rokok terkenal. Namun, mereka pun memiliki brand original tapi tidak selaku brand-brand yang dibikin mirip dengan produk rokok terkenal.

Menurut Riyo tergantung pasar mana yang akan dipilih. Kalau pasarnya wilayah urban ataupun perkotaan maka brand khas tanpa tidak ikut-ikutan meniru brand rokok populer, bisa bertahan.

Namun, kalau target marketing ke daerah pelosok semisal daerah transmigran, perkebunan, pertambangan ataupun kawasan pesisir, maka membuat brand dengan meniru brand rokok ternama tetap menjadi jurus jitu.

Riyo dan kakaknya Rizky merupakan pemilik pabrik tembakau PD. Giri Kedaton. Beberapa produk tembakau iris milik Giri Kedaton kebanyakan merupakan tiruan ataupun pelesetan dari brand rokok terkenal. Namun, mereka pun memiliki brand original tapi tidak selaku brand-brand yang dibikin mirip dengan produk rokok terkenal.

SourceSUARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Waspada! 19 Kecamatan di Bandung Kategori Daerah Rawan Gempa Tingkat Tinggi

BERITABANDUNG.id - Sebanyak 19 dari 30 kecamatan di Kota Bandung masuk kategori daerah rawan bencana gempa bumi tingkat tinggi. Status ini didasarkan pada posisi...

Mang Oded Ajak Warga Kota Bandung Dukung Pertanian Terpadu

BERITABANDUNG.id - Pemkot Bandung terus berupaya menjaga, mengkreasi dan menginovasi pertanian perkotaan atau urban farming dalam rangka penguatan ketahanan pangan. Terbaru Pemkot Bandung mengenalkan program...

Kaum Transgender di Bandung Bisa Miliki KTP-El, Berikut Syaratnya

BERITABANDUNG.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung mempersilahkan bagi transgender yang ingin memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) untuk segera mendaftarkan...

Kemenparekraf Yakin UMKM pada Generasi Saat ini Mampu Penuhi Kebutuhan Pasar Internasional

BERITABANDUNG.id - Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UKM di Indonesia, terutama dalam beradaptasi dan menghadapi tantangan baru saat krisis pandemi berlalu. Dengan semangat...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!