Wednesday, October 28, 2020
Home Metro Bandung #BeritaBandung : Wali Kota Bandung Harapkan Camat Optimalkan Program Kerja

#BeritaBandung : Wali Kota Bandung Harapkan Camat Optimalkan Program Kerja

BERITABANDUNG.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta kepada para camat untuk tetap mengoptimalkan program kerja di kewilayahan. Sekalipun dari sisi anggaran terkena pergeseran untuk penanganan Covid-19, program kerja reguler berbasis kemasyarakatan harus terus berjalan.

“Walaupun tahun ini anggaran ‘refocusing’ demi penanggulangan Covid-19, saya berharap anggaran yang reguler sampai akhir Desember bisa optimal. Agar bisa dirasakan masyarakat, harus digenjot,” kata wali kota saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Kewilayahan di Sekemala Integrated Farm, Kecamatan Ujungberung, Kamis (15 Oktober 2020).

Wali kota mengatakan, para camat harus mengoptimalkan program kerja yang berkaitan dengan kesehatan dan sampah. Untuk bidang kesehatan yaitu pengentasan masalah stunting, menciptakan wilayah Open Defecation Free (ODF).

Sedangkan soal sampah yaitu menggalakan solusi pengelolaan sampah melalui program Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman).

Menurut wali kota, persoalan sampah ini menjadi sangat penting. Bukan hanya menyangkut kebersihan, tetapi turut berkaitan dengan masalah kesehatan, setidaknya bagi kesehatan lingkungan. “Mangga sok para camat ajak terus masyarakat. Apalagi ada masyarakat yang punya inovasi dan inisiatif itu, harus kita ajak untuk kolaborasi,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, Siti Muntamah menyatakan, data terakhir pada pertengahan 2020 ini angka ODF sudah mencapai 68 persen. Untuk menciptakan 100 ODF membutuhkan peran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat di Kota Bandung.

Siti yang juga sekaligus sebagai Ketua Forum Bandung Sehat (FBS), menyatakan telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Satgas Citarum Harum untuk penuntasan masalah ODF.

“Alhamdulillah sekarang kita bisa berkoordinasikan bagaiamana caranya menghadirkan jamban sehat di masyarakat. Minimal sampai akhir tahun ini bisa di 80 persen. Sehingga di Maret (2021) itu sudah 100 persen,” katanya.

Siti mengungkapkan, persoalan ODF ini berhubungan dengan masalah stunting. Sehingga, PKK bersama FBS beserta Pemerintah Kota Bandung mencoba bergerak melalui program Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat (Bandung Tanginas).

“ODF relevansinya dengan angka stunting. Karena tidak pernah turun apabila ODF tidak terwujud di masyarakat. Oleh karenanya PKK dan Forum Bandung Sehat ingin berkontribusi dengan menggagas program Tanginas,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

#BeritaBandung : Menjelang Libur Panjang, Mobil Parkir Liar Bakal Diderek

BERITABANDUNG.id - Polisi lalu lintas menyiagakan personel guna mengamankan libur cuti bersama pada akhir Oktober ini. Personel disebar guna menyisir parkir-parkir liar di...

#BeritaNasional : Dibalik Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

BERITABANDUNG.id - Peristiwa Sumpah Pemuda akan kembali diperingati Bangsa Indonesia pada Rabu (28/10/2020). Bangsa Indonesia kembali mendapat kesempatan merenungi dan mengambil nilai dari...

#BeritaCimahi : Walikota Cimahi Takziyah ke Rumah Pelajar Korban Banjir Cihanjuang

Walikota Cimahi Ajay M Priatna kunjungi rumah pelajar korban banjir Cihanjuang beberapa waktu lalu. “Hari ini, saya melayat ke rumah duka Almarhumah Alycia Nur Azzahra,”...

#BeritaJabar : Upaya cegah penyebaran Covid-19, Kapolres Subang Polda Jabar pantau terus program 3M

BERITABANDUNG.id - Dalam rangka pendisiplinan masyarakat Kab. Subang dan Personel Polres Subang yang melaksanakan piket dan pelayanan di Polres Subang, Sie Propam Polres...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!