BERITABANDUNG.id – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Adam Hawa menggelar kegiatan rihlah edukatif dengan mengunjungi Museum Galeri Rasulullah yang berada di kawasan Masjid Raya Al Jabbar pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Jelajahi Keindahan dan Sejarah Islam” sebagai upaya memperkaya wawasan keislaman para santri melalui pengalaman belajar langsung di museum.
Rihlah tersebut diikuti para santri MDT Adam Hawa yang didampingi oleh para guru serta pengurus yayasan. Dalam kunjungan ini, para santri diajak mengenal lebih dekat perjalanan sejarah Islam, perkembangan peradaban Islam, serta kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW melalui berbagai media edukatif dan instalasi interaktif yang tersedia di Galeri Rasulullah.
Kepala MDT Adam Hawa, Santi Rahayu, S.Pd, mengatakan kegiatan rihlah menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk memberikan pengalaman nyata kepada para santri.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperluas wawasan keislaman para santri. Dengan melihat langsung berbagai informasi sejarah di museum, diharapkan mereka dapat memahami perjuangan dakwah Rasulullah dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Adam Hawa, Adam, S.Si., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pengelola Masjid Al Jabbar yang telah membuka ruang edukasi bagi para santri.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan rihlah ini. Terima kasih kepada pengelola Masjid Al Jabbar yang telah memberikan kesempatan kepada para santri untuk belajar sejarah Islam secara langsung melalui Museum Galeri Rasulullah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang sejarah Islam, tetapi juga semakin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta semangat untuk meneladani nilai-nilai akhlak beliau.
Selain itu, kegiatan rihlah ini juga menjadi bagian dari komitmen MDT Adam Hawa dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inspiratif, edukatif, dan menyenangkan, sehingga proses belajar agama dapat dirasakan lebih dekat dan bermakna bagi para santri.

