Friday, November 27, 2020
Home Ekonomi #BeritaNasional : Protokol Kesehatan Jadi Kunci Agar Ekonomi Bisa Bangkit

#BeritaNasional : Protokol Kesehatan Jadi Kunci Agar Ekonomi Bisa Bangkit

BERITABANDUNG.id – Menteri Koperasi UKM Teten Masduki mengatakan UMKM menjadi sektor yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial, terutama yang bergerak di bidang kuliner. Sebanyak 60% UMKM di Indonesia bergerak di bidang kuliner dan pedagang pasar, dengan pendapatan bersifat harian.

“Sejak awal pandemi ada sebagian yang berhenti berusaha karena penghentian kegiatan sekolah, kantor, ada industri pariwisata, ada yang masih bisa berusaha. Tidak mudah menerapkan prtokol kesehatan pada UMKM,” kata Teten, Senin (26/10/2020).

Untuk itu dia meminta pemerintah daerah memberikan arahan dan memberikan kebutuhan untuk protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan melakukan disinfektasi tempat usaha. Teten mengapresiasi pemerintah kabupaten yang melakukan pemberian sertifikasi terhadap restoran, warung-warung yang mematuhi standar protokol boleh berjualan.

Dari sisi permintaan pun mengalami penurunan sehingga banyak produk UMKM yang tidak terserap, termasuk produk pangan yang ada di petani.

“Ini sangat bagus karena mereka tidak bisa menunda usaha, tapi mereka tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Memang tidak bisa sekaligus, harus dibuat standar oleh Pemda dan kemudian dibimbing. Ini yang saya kira lebih adil bagi mereka,” kata Teten.

Pemerintah juga memberikan edukasi kepada UMKM untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan menghindari kerumunan, serta #cucitangan dengan sabun. Pembinaan juga dilakukan untuk meyakinkan pada UMKM bahwa kegiatan usaha terpukul dan omset hilang karena belum bisa menangani Covid-19.

“Saya harap kita bisa disiplin menggunakan masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang memungkinkan penularan virus tinggi,” kata dia.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan demi menjalankan perekonomian protokol kesehatan tetap harus dijaga agar tidak ada kenaikan kasus. Salah satu tempat usaha yang harus diperhatikan ada pasar rakyat yang biasanya sulit mengontrol kerumunan dan penerapan protokol kesehatan.

“Kalau protokol kesehatan berjalan dan dimonitor tidak ada kasus maka ekonomi siap berjalan, maka kesehatan dan ekonomi harus sama-sama berjalan dan tidak bisa sendiri-sendiri. Adaptasinya bukan cuma indvidu tetapi adaptasi menjalankan ekonomi, misalnya bisnis makanan yang masih bisa berjalan menggunakan sistem online, maka kita harus membantu usaha kecil masuk ke online,” kata Wiku.

Saat ini adaptasi protokol kesehatan menurutnya semakin baik, meski belum sempurna sehingga aktivitas ekonomi bisa mulai dijalankan dengan tetap berhati-hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Askot PSSI Kota Bandung Gelar Kursus Wasit Sepakbola C2

BERITABANDUNG.id - Kursus Wasit Sepakbola C2 yang digelar Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Bandung, 24-29 November 2020, diikuti 42 peserta....

Pesan Ridwan Kamil kepada Paguyuban Pasundan Papua. Perkuat persaudaraan Jabar-Papua dan jaga nama baik paguyuban

BERITABANDUNG.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Paguyuban Pasundan Provinsi Papua dapat menjadi simbol persaudaran masyarakat Jabar dan Papua. Hal tersebut dikatakan Kang...

Polres Cimahi Polda Jabar Tegur Warga Tak Pakai Masker Dalam Operasi Yustisi

BERITABANDUNG.id -Polres Cimahi Polda Jabar kembali lakukan langkah persuasif kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah, Senin (23/11/20). Dalam operasi yustisi yang...

Kasus Bertambah, Ruang Isolasi Pasien COVID-19 di RSUD Cililin Overload

BERITABANDUNG.id - Ruang isolasi untuk pasien COVID-19 di RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat, sudah terisi penuh. Dari 12 bed yang disediakan, ada 15 pasien...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!