Thursday, August 11, 2022
Ads
Home Ekonomi Buka Kelas Perdana Kurikulum Bisnis Digital Shopee, Kang Emil Bahas Parodi Yang...

Buka Kelas Perdana Kurikulum Bisnis Digital Shopee, Kang Emil Bahas Parodi Yang Terdalam

BERITABANDUNG.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka Kelas Perdana Kurikulum Bisnis Digital Shopee pada Selasa (11/1/2022).

Dalam kesempatan itu, Ridwan kamil mengatakan digital marketing dan kreator konten adalah lapangan pekerjaan yang dibutuhkan untuk saat ini.

Perkembangan digital dan maraknya penggunaan sosial media membuat jenis pekerjaan seperti digital marketing dan kreator konten sangat dibutuhkan untuk memasarkan sebuah produk, tak terkecuali dalam mengelola akun.

Ridwan mengatakan bahwa dia memiliki ajudan yang bertugas untuk membuat konten sosial medianya menjadi menarik agar bisa berinteraksi dengan pengikut atau rakyat Jawa Barat.

“Follower atau rakyat saya membutuhkan untuk tahu pak Gubernur ngapain saja. Karena kalau cuma foto-foto biasa, udah enggak zaman,” ujar proa yang akrab disapa Kang Emil itu dikutip dari Antara.

Menurut Ridwan Kamil, konten yang berisi video interaktif dan sinematik lebih menarik minat para pengikutnya. Dia pun menyesuaikan dengan tren yang sedang terjadi, salah satunya adalah saat membuat ulang video klip Noah yang berjudul “Yang Terdalam”.

“Harus yang sinematik, pakai blur, bokeh. Itu yang dibutuhkan,” katanya.

Jasa para konten kreator dan digital marketing ini juga sangat dibutuhkan oleh para UMKM yang ingin memasarkan produknya melalui sosial media sehingga pekerjaan tersebut cukup menjanjikan untuk dijalani.

“Itu baru digital marketing individu belum termasuk resto-resto yang butuh zoom in makanan, terus restonya pakai lagu di reels. Itu dunia yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan,” ujar Ridwan.

Sebelumnya, pegiat dan pengamat media sosial Enda Nasution menilai ekonomi kreator akan terus mengalami pertumbuhan pada 2022 seiring dengan berkembangnya pengguna digital.

Enda menganalogikan ekonomi kreator sebagai sebuah siklus atau “loop” yang dilakukan secara kolaboratif antara kreator konten dan brand sebagai suatu ekosistem digital.

Menurut Enda dia, kecenderungan ekonomi kreator tersebut menjadi pembeda pada strategi pengiklan sebelum era media sosial. Kini, lanjutnya, para pemilik produk dapat mengkomunikasikan iklan melalui bantuan dan amplifikasi kreator konten.

“Para kreator konten ini akhirnya mendapat insentif untuk terus (aktivitasnya) bergulir. Karena dia mendapat insentif, dia bisa membuat konten yang lebih baik lagi, lalu dia dapat lagi (pemasukan), dan terus begitu jadi sebuah siklus. Itulah yang disebut sebagai ekonomi kreator,” kata dia.

Ia menilai ekonomi kreator sudah berkembang, bahkan kini konten kreator telah menjadi cita-cita dan profesi bagi banyak orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Wali Kota Bandung: Perda RTRW 2022-2042 Bermanfaat Bagi Masyarakat dan Pembangunan

BERITABANDUNG.id - Hal itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Raperda Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung Tahun 2022-2042 di Grandia Hotel, Jalan Cihampelas...

Puluhan para Ketua PKBM Se-Kota Bandung ikuti kegiatan Orientasi Kepramukaan Mabigus Kota Bandung

BERITABANDUNG.ID – Bandung – Puluhan para ketua PKBM Se Kota Bandung ikuti kegiatan sosialisasi dan Orientasi Kepramukaan Mabigus Kota Bandung pada Rabu tanggal 10...

Pemkot Bandung dan Kementerian PUPR Bakal Bangun Rusun Cisaranten

BERITABANDUNG.id - Nantinya, Rusun Cisaranten Bina Harapan bakal menghadirkan 1.900 unit dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Terkait kerja sama ini, Wali Kota Bandung Yana...

Kalah Telak dari Borneo FC, Persib Lanjutkan Tren Negatif dan Berada di Zona Merah Liga 1

BERITABANDUNG.id - Persib Bandung kembali hasil kurang maksimal dalam lanjutan Liga 1 musim ini saat bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur untuk menghadapi Borneo FC pada Minggu (7/8/2022). Pada...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!