Tuesday, July 27, 2021
Home Pendidikan Kecamatan Coblong dan Rancasari Terapkan PPKM Mikro

Kecamatan Coblong dan Rancasari Terapkan PPKM Mikro

BERITABANDUNG.id – Kecamatan Coblong dan Kecamatan Rancasari menjadi wilayah pertama yang akan melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Bandung. Langkah ini sebagai bentuk kesigapan Kota Bandung dalam penanganan Covid-19.

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, Kecamatan Coblong hanya mengajukan dua kalurahan untuk pelaksanaan PPKM Mikro. Sementara Kecamatan Rancasari PPKM Mikro dilaksanakan dalam ruang lingkup RW, namun diajukan untuk keseluruhan kelurahan.

“Coblong dengan dua kelurahannya yaitu Dago dengan Sadangserang. Sedangkan Rancasari mengajukan di semua kelurahan tetapi hanya berlaku di beberapa RW,” jelas Ema di Balai Kota Bandung, Selasa (16 Februari 2021).

Ema mengungkapkan, petunjuk pelaksanaan PPKM Mikro sudah dibeberkan dalam Perwal Nomor 5 Tahun 2021 Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19.

“Hari ini sedang direspon agar keluar SK wali kota dan mereka sudah paham apa yang harus dilakukan. Dasarnya komitmen dengan pemangku kebijakan di wilayah tersebut,” tuturnya.

Kendati memerlukan SK Wali Kota sebagai penguat regulasi, namun Ema mempersilakan apabila ada wilayah di Kecamatan Coblong ataupun Kecamatan Rancasari yang sudah lebih dulu melaksanakan PPKM Mikro.

Ema menilai, penanganan terhadap Covid-19 ini harus sigap. Terlebih dalam rangka memutus mata rantai penyebaran dengan memperketat mobilitas masyarakat agar tidak mudah terjadi transmisi lokal.

“Kalau dalam konteks kemendesakan bisa dilakukan awal. Ini bukan tindakan yang berimplikasi ada menimbulkan ruang pidana. Ini bagaimana tanggap darurat dari kesigapan kita untuk bisa supaya mobilitas masyarakat kita batasi sehingga aktivitasnya tidak berpotensi menimbulkan transmisi (penularan),” bebernya.

Asalkan, ungkap Ema, seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan di wilayah tersebut telah sepakat untuk melaksanakan PPKM Mikro. Kesepahaman masyarakat inilah yang menjadi kunci penting kelancaran dan sukesnya penyelenggaraan PPKM Mikro.

“Karena faktor dominan itu mobilitas,” katanya.

Bagi Kota Bandung langkah pengetatan aktivitas berskala mikro sudah tak asing lagi. Kota Bandung berpengalaman dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap dan Kecamatan Bandung Kulon. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Oded Masih Dirawat, Yana Siap Apabila Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Bandung

BERITABANDUNG.id - Wali Kota Bandung Oded M Danial masih menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Kebonjati, Kota Bandung. Wakil Wali Kota Bandung Yana...

Kasus Aktif Covid-19 di Bandung Lampaui Angka 8 Ribu

BERITABANDUNG.id - Kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung menembus angka 8.000 orang berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) yang diakses di laman covid19.bandung.go.id, yaitu...

Kolaborasi ICMI Orwil Jawa Barat dan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

BERITABANDUNG.id - Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia ( ICMI ) Orwil Jawa Barat Salurkan Daging Qurban dan 1 Ton Beras...

Yuk Lindungi Anak di Masa Pandemi Covid-19

BERITABANDUNG.id - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Rita Verita mengungkapkan, perlindungan anak di masa pandemi Covid-19 sangatlah penting. Pasalnya,...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!