Sunday, May 3, 2026
HomeMetro BandungMenteri LH Tegas: Insinerator Bukan Solusi Aman untuk Sampah Kota Bandung

Menteri LH Tegas: Insinerator Bukan Solusi Aman untuk Sampah Kota Bandung

BERITABANDUNG.id – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq meminta Pemerintah Kota Bandung agar tidak memusnahkan sampah menggunakan teknologi insinerator.

“Kementerian Lingkungan Hidup tidak membenarkan digunakannya insenerator-insenerator mini apapun alasannya,” kata Hanif saat ditemui di Pasar Caringin, Kota Bandung, Jumat (16/1/2026).

Hanif menjelaskan, meskipun cepat menghilangkan sampah, teknologi insinerator sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat.

“Emisi yang dihasilkan lebih berbahaya daripada sampah. Kalau sudah jadi emisi, tidak ada yang bisa kita lakukan karena masker biasa tidak akan sanggup. Masker yang paling bisa menangani itu adalah masker N95 yang biasa kita tangani waktu di COVID,” tuturnya.

Hanif manambahkan, polutan sampah yang dibakar melalui insinerator akan mencemari udara dengan sifat persisten.

“Jadi dia mempunyai waktu hilang itu 20 tahun dari sejak dibakarnya. Karsinogenik akan (menimbulkan) kanker ketika masuk paru-paru kita,” tuturnya.

Untuk saat ini, Hanif masih mewajarkan penanganan sampah dengan cara ditumpuk terlebih dahulu ketimbang langsung dibakar insinerator.

“Lebih baik jangan dibakar, lebih baik numpuk, kita hanya menangani lindinya sampai baunya. Lebih baik sampahnya menumpuk daripada itu menjadi emisi,” ujarnya.

Salah satu teknologi pengolahan sampah yang direkomendasikan oleh Hanif adalah Refuse-Derived Fuel (RDF) yang dianggap lebih ramah lingkungan.

“Pak Wali Kota berkenan juga mendorong pembangunan refuel atau RDF. RDF ini memang agak ribet tapi paling ramah lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, Hanif meminta kepada Pemkot Bandung untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan swasta untuk mengelola sampahnya secara mandiri.

“Untuk rumah tangga memang mau tidak mau, suka tidak suka, Bapak Wali Kota wajib memperbanyak fasilitas penanganan sampah seperti ini yang disebut dengan TPS 3R,” katanya.

Tempat pembuangan sampah sementara, reduce, reuse recycle. 

“Tiga hal itu harus dilakukan di tempat sampah, mungkin akan banyak, saya hitung hampir 300-an titik yang harus dibangun Pak Wali Kota dalam waktu segera,” tandasnya.

Most Popular

Recent Comments

error: Mohon maaf konten diproteksi !!