Sunday, September 19, 2021
Home Pemerintah Musda MUI Kota Bandung, Wali Kota Berharap Ulama Adaptif

Musda MUI Kota Bandung, Wali Kota Berharap Ulama Adaptif

BERITABANDUNG.id – Ulama memiliki peran penting dan tanggung jawab moral terhadap pembinaan umat. Oleh karenanya, ulama harus bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi kekinian.Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung di Kantor MUI Kota Bandung, Jln. Sadang Serang, Sabtu (11 September 2021).

Wali kota menuturkan, saat ini penyesuaian bukan hanya berkenaan dengan pandemi Covid-19 saja. Namun kehidupan sosial masyarakat turut mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan zaman.

“Perubahan interaksi masyarakat harus menjadi perhatian dalam menyusun program. Penyesuaian demi penyesuaian harus dilakukan dalam pola-pola dakwah dan pembinaan umat,” katanya.

Oleh karenanya, lanjutnya, penyesuaian para ulama menjadi sebuah keniscayaan. Seperti tuntutan untuk lebih familiar dengan penggunaan teknologi komunikasi dan memahami beragam media interaksi sosial berbasis daring atau online.

Ia mengatakan, wawasan para ulama diperlukan untuk bisa mengorelasikan situasi terkini dengan ajaran agama Islam. “Para ulama juga menghadapi tantangan berupa penyebaran hoaks yang masif. Sebagai pembina umat, ustaz, kiai, dan ulama harus menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi yang sahih,” terangnya.

Wali kota berharap, beragam penyesuaian tersebut bisa menjadi bahan rujukan dalam menyusun program kerja bagi kepengurusan periode berikutnya. Namun, utamanya setiap program dari MUI harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami siap untuk berkolaborasi dalam pembinaan umat khususnya tentang pemahaman pandemi, supaya mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Bila hanya mengandalkan media sosial, dikhawatirkan justru hoaks dan kekeliruan yang didapat,” terangnya.

Sementara itu Ketua MUI Kota Bandung periode 2016-2021, Miftah Faridl mengungkapkan, dalam Musda ke-10 ini menjadi komitmen organisasi untuk merespon dinamika persoalan terkini. Sekaligus menyiapkan program kunci bagi para ulama ke depannya.

“Ke depan kita berpacu dengan waktu, memulihkan situasi dan merawat suasana setelah pandemi Covid-19. Kesulitan sudah muncul dalam kehidupan belum lagi persoalan lainnya yang menuntut kehadiran MUI untuk merespon,” ucap Miftah.

Miftah juga berharap para ulama tetap menjaga stabilitas dengan berperan secara profesional. Serta berkolaborasi dengan sejumlah pihak menciptakan kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan ajaran agama.

“MUI tetap berkomitmen mempertahankan Bandung Agamis sebagai pilar penting mempertahankan Bandung Juara. MUI tetap berperan ikut mendukung pembangunan kota tanpa menghilangkan identitas agamis,” katanya. (Hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Pemerintah Kota Bandung Berusaha Mempercepat Penuntasan Vaksinasi Remaja

BERITABANDUNG.id - Ketersediaan vaksinasi Kota Bandung aman untuk dua pekan ke depan. Hal tersebut sesuai dengan alokasi yang diupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk...

Usai Ditahan Imbang Bali United, Pelatih Persib Sampaikan Kabar Gembira

BERITABANDUNG.id - Persib Bandung hanya mampu menuai satu angka pada laga pekan ketiga Liga 1 2021, Sabtu 18 September 2021. Satu angka tersebut didapat Persib...

Pekan Ketiga Ganjil Genap di Bandung, Lebih 600 Kendaraan Putar Balik

BERITABANDUNG.id  - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung bersama personel gabungan TNI, Dishub, dan Satpol PP memutarbalikkan sebanyak 650 unit kendaraan pada pekan ketiga...

Disbudpar Kota Bandung, HUT ke-211 Kota Bandung Diisi Kegiatan Pemulihan Perekonomian

BERITABANDUNG.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyatakan perayaan Hari Ulang Tahun ke-211 Kota Bandung  diisi dengan sejumlah  kegiatan  untuk pemulihan ekonomi yang melibatkan...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!