Wednesday, February 1, 2023
Ads
Home Umum Preman Tak Berarti Jahat, Siap Bantu Penerapan Prokes Covid-19

Preman Tak Berarti Jahat, Siap Bantu Penerapan Prokes Covid-19

BANDUNG- Jangan terjebak stigma. Mereka yang menjadi petugas keamanan di pasar tradisional, belum tentu seorang preman yang jahat. Boleh jadi, mereka bakal menjadi pahlawan dengan mendorong kedisiplinan warga dan konsumen pasar dalam menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) guna mencegah Covid-19.

Pernyataan Wakapolri soal pemberdayaan sosok petugas keamanan informal, biasa disebut preman atau jeger, di pasar- pasar tradisional punya tujuan mulia. Itu agar pedagang dan pengunjung pasar taat patuh kepada Protokol Kesehatan Covid-19. Bukan apa-apa, pasar dan pusat perdagangan di beberapa kasus terbukti menjadi klaster penyebaran Covid-19. 

Sedangkan penggunaan istilah jeger yang kemudian media memperluasnya menjadi preman, tak perlu dimaknai secara dangkal. 

Harus dipahami bahwa dalam setiap komunitas selalu ada tokoh-tokoh yang dipandang dan menjadi panutan.

Menjadikan tokoh yang dipandang dalam komunitas menjadikan perintah,ajakan, anjuran menjadi lebih efektif. Bahkan, seringkali tanpa harus memberikan ancaman atau sanksi jika tokoh terpandang dikomunitasnya melakukan suatu tindakan, akan langsung dicontoh oleh anggota komunitas.

Dalam sosiologi, ini dapat terjadi karena masyarakat kita secara mayortas diikat oleh hubungan relasi patron and client, relasi saling tergantung. Atau dalam pendekatan lain, karena rasa in group dan out group, kalau tidak mengikuti tokoh seperti bukan dari bagian group.

Jadi pernyataan Wakapolri dipahami sebagai ajakan agar semua elemen bisa patuh pada protokol kesehatan, kalau tidak patuh maka minta bantuan kepada tokoh setempat atau tokoh komunitas. Kalau di pasar ada jeger, di komunitas lain ada tokoh yang lain. Jadi bukan soal preman, tetapi siapa saja yang berpengaruh di lingkungkungannya agar patuh anjuran, ajakan kepada protokol Covid-19 menjadi lebih efektif.

Jadi bukan soal preman tetapi kepada seluruh tokoh komunitas apa saja. Apalagi ada realitas preman pensiun, preman sadar ini fenomena yang ada di kehidupan. Jadi ayo kita patuhi protokol kesehatan, karena ancaman Covid-19 itu nyata. Kalau perlu tanpa harus berdebat, siapa penyampai kebaikan itu.

Intinya ajakan Wakaporli mendorong setiap elemen  kelompok masyarakat untuk ikut berperan agar semakin patuh  standard covid, jd fokus pada tujuan, substansi yang mau dituju atas harapan Kapolri demi kesehatan dan keselamatan kemanusiaan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

ICU Rumah Sakit Bandung Kiwari Kebakaran

BERITABANDUNG.id - Ruang intensive care unit (ICU) Rumah Sakit Bandung Kiwari di Jalan Wahid Hasyim (Kopo), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/2/2023) pagi kebakaran,...

Ramai Isu Penculikan Anak, Disdik Kota Bandung Pastikan Beri Perhatian Khusus

BERITABANDUNG.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada terkait maraknya isu penculikan anak. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung,...

Kalahkan PSIS, Persib Kembali Kejalur Juara Liga 1

BERITABANDUNG.id - Persib Bandung melanjutkan rekor tak terkalahkan di 13 pertandingan Liga 1 2022/2023. Anak-anak asuhan Luis Milla sukses menaklukkan tuan rumah PSIS Semarang...

Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika, Wadah Inspiratif bagi Kaum Muda

BERITABANDUNG.id - Museum Konferensi Asia-Afrika atau yang bisa disebut dengan Museum KAA, merupakan gedung saksi peristiwa sejarah yaitu Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada tanggal...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!