Thursday, October 29, 2020
Home Umum Pernyataan Wakapolri Soal Penggunaan Preman Dipelintir

Pernyataan Wakapolri Soal Penggunaan Preman Dipelintir

BANDUNG- Masalah Covid 19 adalah masalah kita bersama, yang hrs dihadapi dan ditangani bersama-sama oleh semua komponen masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dr Benny J. Mamoto, Ketua Harian  Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

“Kita tidak bisa hanya menyerahkan kepada pemerintah atau aparat. Marilah kita mulai dari diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita,” katanya. 

Menurut Purnawirawan Bintang Dua Polri ini, edukasi menjadi penting karena menyangkut kebiasaan baru yg berkaitan dengan kesehatan.

“Ketidakpedulian satu orang atau kelompok akan berdampak serius bagi semua. Saat ini cluster yg berkembang adalah di kerumunan massa, seperti pasar tradisional. Banyak Ibu-ibu dan penjual yang abai menggunakan masker. Oleh sebab itu, perlu koordinasi dan kerja sama dengan pengelola pasar dan tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh dilingkungan tersebut,” katanya.

Keberadaan tokoh komunitas untuk ikut mengedukasi di lingkungan tersebut. Bila masih ada pelanggaran maka upaya persuasif di kedepankan.

Edukasi yang tepat dengan bahasa yang mudah di mengerti akan menyadarkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi, ujar mantan Deputy Pemberantasan Badan Narkotika Nasional ini. 

Menurut Benny, berkaitan dengan pernyataan Wakapolri yang dipelintir (ditafsirkan sendiri oleh penulisnya) sesungguhnya dimaksudkan sebagai pemberdayaan seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan pasar tradisional, ujarnya..

“Masing-masing pasar tradisional memiliki ciri khas sendiri sesuai kearifan lokalnya sehigga pendekatannya pun perlu disesuaikan. Penggunaan istilah preman (oleh si penulis)  justru menyesatkan dan menyinggung perasaan orang yang dituju, kata Benny. 

Dalam tugas berat, sosialisasi protokol kesehatan, semua komponen masyarakat yang dilibatkan, termasuk tokoh masyarakat, tokoh informal, sesepuh, tokoh tertua yang ada di pasar tersebut yang punya pengaruh. Semua itu tujuannya agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan sengga mereka  terhindar dari penularan Covid 19 atau menularkan (carrier) ke orang lain, katanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

#BeritaBandung : Menjelang Libur Panjang, Mobil Parkir Liar Bakal Diderek

BERITABANDUNG.id - Polisi lalu lintas menyiagakan personel guna mengamankan libur cuti bersama pada akhir Oktober ini. Personel disebar guna menyisir parkir-parkir liar di...

#BeritaNasional : Dibalik Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

BERITABANDUNG.id - Peristiwa Sumpah Pemuda akan kembali diperingati Bangsa Indonesia pada Rabu (28/10/2020). Bangsa Indonesia kembali mendapat kesempatan merenungi dan mengambil nilai dari...

#BeritaCimahi : Walikota Cimahi Takziyah ke Rumah Pelajar Korban Banjir Cihanjuang

Walikota Cimahi Ajay M Priatna kunjungi rumah pelajar korban banjir Cihanjuang beberapa waktu lalu. “Hari ini, saya melayat ke rumah duka Almarhumah Alycia Nur Azzahra,”...

#BeritaJabar : Upaya cegah penyebaran Covid-19, Kapolres Subang Polda Jabar pantau terus program 3M

BERITABANDUNG.id - Dalam rangka pendisiplinan masyarakat Kab. Subang dan Personel Polres Subang yang melaksanakan piket dan pelayanan di Polres Subang, Sie Propam Polres...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!