Friday, February 20, 2026
HomeRegional JabarTerungkap! Dua Pelaku Pembunuhan Pelajar SMP di Eks Kampung Gajah Diringkus di...

Terungkap! Dua Pelaku Pembunuhan Pelajar SMP di Eks Kampung Gajah Diringkus di Garut

BERITABANDUNG.id – Kasus pembunuhan terhadap pelajar sekolah menengah pertama kembali menegaskan darurat kekerasan yang melibatkan remaja.

Kepolisian Resor Cimahi menangkap dua remaja yang diduga menghabisi nyawa ZAAQ, pelajar SMP Negeri 26 Kota Bandung, yang jasadnya ditemukan di kawasan lahan eks Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dua terduga pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Keduanya diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut, lokasi penangkapan dilakukan.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra membenarkan penangkapan tersebut dan menegaskan bahwa kedua pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

“Terkait penemuan mayat di eks Kampung Gajah, kami amankan pelakunya. Ada dua orang yang juga masih di bawah umur. Kami amankan di Garut,” kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Minggu (15/2/2026).

Saat ini, penyidik masih mendalami motif pembunuhan terhadap korban ZAAQ. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa pembunuhan terjadi pada Senin sore, 9 Februari 2026. Kedua pelaku diduga secara sengaja datang ke Kota Bandung sebelum menghabisi nyawa korban.

“Jadi korban ini dihabisi hari Senin sore, itu pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian ada jeda beberapa hari, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang live media sosial pada Jumat malam,” ujar Niko.

Kasus ini juga mengungkap fakta baru terkait informasi yang sempat beredar luas di masyarakat. ZAAQ sebelumnya dilaporkan menghilang sejak 9 Januari 2026. Isu penculikan sempat mencuat dan menimbulkan keresahan publik.

Namun, penyelidikan kepolisian memastikan bahwa narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut Niko, korban telah meninggal dunia sejak hari ia tidak kembali ke rumah. Informasi mengenai penculikan justru dibuat oleh pelaku untuk mengaburkan jejak kejahatan.

“Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” kata Niko menutup.

Source : jabarekspres

Most Popular

Recent Comments

error: Mohon maaf konten diproteksi !!