Wednesday, May 12, 2021
Home Umum UIN Bandung Mengabdi melalui KTIQ di Ajang MTQ ke-36 Tingkat Jabar

UIN Bandung Mengabdi melalui KTIQ di Ajang MTQ ke-36 Tingkat Jabar

BANDUNG– Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) memiliki nunsa lain setelah masuknya cabang Musabaqoh Menulis Kandungan Al-Quran (M2KQ). Cabang ini hadir memberi penguatan MTQ di bidang akademiknya melalui apresiasi terhadap gagasan peserta yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Gagasan yang tertuang dalam bentuk tulisan diharapkan dapat menjadi inspirasi dan berkonstribusi bagi peradaban.

Kepedulian pada aspek akademik pada MTQ tersebut disadari arti pentingnya oleh penggagas cabang Musabaqoh Menulis Kandungan Al-quran (M2KQ) yang juga salah seorang Guru Besar UIN Bandung, Prof. Dr. H. Asep Saeful Muhtadi MA.

Karena itu, Cabang ini digagas dan diperlombakan di MTQ Jabar sejak tahun 2003 serta masuk di tingkat nasional sejak tahun 2010. Sehingga 10 tahun sudah cabang ini resmi diperlombakan di MTQ tingkat Nasional. Kini untuk menombah bobot ilmiyahnya, cabang M2KQ tersebut punya nama baru menjadi Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ).

Mulai tanggal 3-11 September 2020, MTQ Jawa Barat dilaksanakan di Kabupaten Subang. Pada MTQ Jabar ke 36 kali ini, Ketua Mejelis Hakim Cabang KTIQ, Dr. H. Agus Ahmad Safe’i, M.Ag, “ Cabang KTIQ, babak penyisihan diikuti oleh 20 Puteri dan 18 Putera, utusan dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat,” tegasnya.

Pada cabang ini sejumlah civitas akademika UIN SGD Bandung, melakukan pengabdian di tengah masyarakat melalui peran mereka sebagai Dewan Hakim di berbagai cabang MTQ. Khusus untuk cabang M-KTIQ tahun ini, Dewan Hakim diketuai oleh Dr. H. Agus Ahmad Syafei, M.Ag melibatkan Dewan Hakim anggota: Prof. Dr. H. Anton Athoilah, M.M, Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag, Dr. H. Enjang As, M.Si, M.Ag, Dr. H. Dadan Suherdiana, M.Ag, Dr. Dede Rodliana, dan Dr. Eni Zulaeha, M.Ag. dengan Sekretaris Majelis: Dasuki, S.IP.

Menurut Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag., Dewan Hakim cabang M-KTIQ yang juga Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (PKM) LP2M UIN Bandung, ”Keterlibatan para civitas akademik UIN Bandung pada MTQ cabag ini, sebagai bentuk pengabdian UIN Bandung pada dunia akademik di tengah masyarakat, yang juga kepedulian warga UIN Bandung kepada peradaban.

Betapa tidak, penumbuhkembangan dunia akademik di masyarakat diperlukan, mengingat mencerdaskan kehidupan bangsa dan peduli peradaban merupakan bagian dari kewajaran yang disumbangsihkan warga kampus ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Aep, “Itulah arti penting tuliasan bagi peradaban. Terlebih tulisan yang diwarnai oleh kandungan Al-Quran, maka bobot gagasan yang tertulisnya diharapkan menjadi wahyu al-Quran menginspirasi gagasan para penulisannya, sehingga dapat senafas menjadi “Wahyu memandu Peradaban”. pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ramadan Pergi, Wali Kota Berharap Umat Muslim Teruskan Kebaikan

BERITABANDUNG.id - Bulan suci Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan kehadirannya begitu sangat dinantikan oleh umat muslim. Tak terasa, dalam hitungan hari tamu agung...

Hari ini mulai pukul 18.00,Sejumlah Ruas Jalan di Kota Bandung Ditutup

BERITABANDUNG.id - Satlantas Polrestabes Bandung akan memberlakukan penjagaan 3 ring saat malam takbiran yang jatuh pada malam ini Rabu, 12 Mei 2021. Selain penutupan sejumlah ruas jalan,...

Ingin Gelar Salat Id? MUI Siap Sediakan Penceramah dan Teks Khotbah

BERITABANDUNG.id - mendukung kebijakan desentralisasi pelaksaan salat Id, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung turut menyediakan teks khotbah. Tak hanya itu, MUI Kota Bandung...

Kecamatan Sukasari Salurkan Ratusan Alquran untuk 63 DKM

BERITABANDUNG.id - Bertepatan dengan momen Nuzulul Quran, Pemerintahan Kecamatan Sukasari memberikan 300 Alquran kepada 63 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang ada di wilayahnya, Selasa...

Recent Comments

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!